Jumat, 27 Maret 2009

"Prabowonomics" Konsep Ekonomi Prabowo Subianto










Konsep ekonomi Prabowo mengundang kontroversi. Ekonom berhaluan liberal meragukannya. 

VIVAnews - GAYANYA di panggung mirip-mirip Soekarno. Tangannya mengepal dan diangkat-angkat. Orasinya tegas dan lugas. Sindirannya pun tajam. Meski suara serak, calon presiden Prabowo Subianto tetap berusaha berteriak lantang, meledak-ledak. 

“Saudara-saudara, elit di Jakarta lupa. Negara kita punya kekayaan alam. Kaya, kaya. Tetapi rakyat tidak mengalami perbaikan nasib. Sistem ekonomi kapitalis saat ini hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Sebagian besar tidak merasakannya. Orang tak punya uang tidak boleh hidup negeri ini. 

Saya tahu isi hatimu. Kau inginkan pekerjaan yang baik dan halal. Kau ingin beri makan istri dan anakmu. Betul? Ingin sekolahkan anakmu. Betul? Apa Saudara mau jadi kacung terus? Mau jadi bangsa miskin terus? Mau anak-anak tak sekolah? 

Saudara-saudara, mari buat perubahan besar. Perubahan untuk masa depan anak-anakmu. Beri kesempatan pemimpin baru. Yang tak mampu minggir saja. Kembali ke rumah, ajak saudara-saudara, teman-teman, semua, untuk perubahan.” 

Peluh membasahi baju mantan Komandan Pasukan Khusus yang tengah berkampanye di Kota Padang tersebut. Di depan panggung, di bawah terik matahari, massa berteriak, “Hidup Gerindra. Prabowo presiden!” Ribuan orang berseragam merah putih tumpek blek di lapangan Cimpago yang berada di bibir pantai.

Perubahan sistem ekonomi adalah misi besar yang digadang-gadang sang Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Prabowo beralasan kapitalisme-liberal adalah sistem ekonomi yang salah sehingga harus dirombak. “Resesi ekonomi global adalah bukti kegagalan pasar bebas tanpa kendali, sistem kapitalisme tanpa kendali,” katanya di seminar yang digelar Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia, pada Rabu, 11 Maret 2009. 

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu sedang berada di atas angin. Krisis keuangan dan resesi ekonomi global telah menimbulkan sorotan tajam terhadap sistem kapitalis. Yang pedas dikritik bukan cuma kejatuhan bursa saham Wall Street, simbol kapitalisme dunia. Di dalam negeri, kelompok penentang kapitalisme-liberal semakin mendapat panggung. 

Saat Prabowo meluncurkan buku “Membangun Kembali Indonesia Raya” pada Kamis lalu, 12 Maret, suasana Hotel Dharmawangsa terasa marak. Sejumlah rektor, profesor, elit partai dan wakil asosiasi binaan Prabowo hadir di ball- room hotel yang disulap penuh nuansa merah itu. “Saya ingin mengubah vonis bahwa negeri ini akan terus miskin,” kata Prabowo. 

Tepuk tangan membahana. Jenderal Prabowo yang dulu pernah dijauhi setelah dinyatakan terlibat penculikan sejumlah aktivis pro-demokrasi, kini menjadi magnet yang menyedot perhatian sementara kalangan.

Enam hari kemudian, 18 Maret, giliran kelompok Indonesia Bangkit meluncurkan buku "Ekonomi Konstitusi" di Hotel Four Seasons, Jakarta. Di sini sejumlah ekonom juga berkumpul. Terlihat ada Iman Sugema, Hendri Saparini, Revrisond Baswir, Ichsanuddin Noorsy dan lainnya. “Indonesia jangan pakai tim ekonomi “teh botol” (teknokrat bodoh dan tolol),” ujar Iman mengejek ekonom yang berhaluan neoliberal—mereka yang pro pasar bebas, rezim perdagangan tanpa sekat negara, serta peran pemerintah yang minimal dalam sistem ekonomi. 

Para ekonom ini dikenal menganut paham yang cenderung sosialis, nasionalistis, dan menginginkan peran negara yang lebih besar sebagai lokomotif perekonomian nasional.

Endang S Thohari dari Institute Garuda Nusantara—kelompok-pemikir yang didirikan Prabowo—turut hadir di sana. Menurut Endang, mereka tengah bahu membahu menggusur paham neoliberal. “Berjuang bisa di mana saja, yang penting tujuannya sama.” Dibekingi Prabowo, upaya kelompok ini terus bergulir.

Prabowo menyatakan tak main-main dengan gagasan besarnya. Ia mengisahkan, tekadnya menggebu setelah dia dipensiun paksa pada 1998. Saat itu ia banting setir jadi pengusaha membantu adiknya, Hashim Djojohadikusumo, yang berkibar sebagai pengusaha minyak di Kazakhstan. 

Saat tinggal di Amman, Yordania, dia terperangah membaca sebuah laporan Van Zorge, konsultan politik dan bisnis di Jakarta mengenai kekayaan Indonesia yang menguap dari Bumi Pertiwi. Menurut taksirannya, dalam tempo 10 tahun sejak 1997, tak kurang dari US$ 250 miliar devisa ekspor telah terbang ke luar negeri. 

Prabowo seperti mendapat amunisi kembali. Sejak 2003, dia sibuk berkeliling mengkampanyekan dampak buruk sistem kapitalisme-liberal. Setahun kemudian dia menulis buku berjudul “Kembalikan Indonesia” yang mengecam habis-habisan sistem ekonomi liberal. 

Putra begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo itu terus merangsek. Dia lalu menghimpun para ekonom, ahli pertanian, pengusaha dan pakar industri. Selama belasan bulan sejak 2007, Prabowo terlibat dalam berbagai diskusi intensif dengan kalangan ini. Dia kerap mengundang Kwik Kian Gie, Sri Edi Swasono, Bungaran Saragih (mantan menteri pertanian), Prasetyantoko (ekonom Atmajaya), Hendri Saparini, dan lainnya. 

Kwik dan Prasetyantoko mengaku memang sering diundang Prabowo. “Saya beberapa kali datang ke rumahnya untuk diskusi dan memberi masukan,” ujar Kwik kepada VIVAnews, “Apa yang diiklankan Prabowo itu sama dengan pemikiran saya.” 

Untuk menerjemahkan pandangannya, Prabowo dibantu Hashim, Rachmat Pambudy (ekonom IPB), Endang S Thohari (doktor Prancis ahli pedesaan), Widya Purnama (mantan Direktur Utama Pertamina), dan Rauf Purnama (mantan Direktur Utama PT Asean Aceh Fertilizer). Mereka semua tergabung dalam Institut Garuda Nusantara.

Konsep ekonomi ala Prabowo ini—kini populer disebut Prabowonomics— kemudian dituangkan dalam buku “Membangun Kembali Indonesia Raya” setebal 209 halaman. Isinya mengelu-elukan konsep pembangunan ekonomi berbasis ketahanan pangan, kedaulatan energi, serta industri nasional yang bernilai tambah. Prabowo memimpikan perekonomian yang berlandaskan sumber daya domestik—seperti sumber alam, sumber daya manusia, dan sumber dana—serta pasar domestik yang besar, 230 juta penduduk Indonesia. 

Di atas itu, Prabowo menjanjikan sejumlah program maha ambisius. Di bidang pangan, dia berikrar akan membuka sawah dan kebun jagung masing-masing sejuta hektare, membangun pabrik pupuk urea, menambah pasokan bahan bakar gas, serta membangun infrastruktur desa. 

Di bidang energi, dia berpromosi bakal mengganti bahan bakar minyak fosil dengan sumber energi nabati. Belum habis, dia juga berjanji akan membuka 4,4 juta ha kebun aren untuk bahan baku produksi bioetanol, membangun pabrik bio-etanol berbahan baku singkong, serta mendirikan pembangkit tenaga panas bumi. 

Untuk sektor industri, dia bilang bakal menggeber industri makanan, tekstil, sepatu, agroindustri, serta sumber alam yang bernilai tambah, seperti migas, tambang, energi dan komoditas. “Kita jangan cuma ekspor buah coklat dan biji sawit mentah-mentah, tetapi sudah dibuat pabrik bernilai tambah di sini,” kata Endang. 

Tim Prabowo percaya sektor-sektor itu mampu menggenjot pertumbuhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2008, sektor pertanian menyumbang 14,68 persen produk domestik bruto (PDB). Ini masih kalah dari sektor industri pengolahan. Namun, jika agroindustri digabung, maka sektor pertanian akan menjadi penyumbang terbesar kue ekonomi nasional. 

Supaya program itu berjalan, Prabowo mengajukan sejumlah resep. Di antaranya adalah mengerahkan BUMN sebagai lokomotif pembangunan di sektor-sektor yang menyerap banyak tenaga kerja. Kebijakan fiskal dan moneter akan dipusatkan ke sana. Pembayaran hutang luar negeri dijadwal ulang untuk menambah persediaan dana untuk melumasi berbagai program raksasa itu. Selain itu, ini dia, lahan kritis akan dibagi-bagikan ke petani.

“Pemerintah jangan cuma jadi wasit, tetapi harus turun tangan jadi lokomotif ekonomi,” kata Prabowo. Dia memberi contoh pemimpin China Deng Xiaoping yang menjadikan lembaga pemerintah dan BUMN sebagai motor penggerak, sehingga ekonomi mereka bertumbuh di atas 10 persen. 

Dengan berbagai konsep ini, tim Prabowo hakulyakin pada 2011 ekonomi nasional bakal tumbuh 8-9 persen. Tak cuma itu, dua tahun kemudian mereka bermimpi angka pertumbuhan akan melesat ke level di atas 10 persen. Jika itu terjadi, begitu mereka bermimpi, saat Republik berulang tahun ke-100 pada 2045, pendapatan per kapita Indonesia akan mencapai, jangan kaget, US$ 60 ribu atau Rp 720 juta per tahun.

Bagi kubu ekonom pro-Prabowo, ambisi itu mereka nilai realistis. Hendri Saparini, Iman Sugema, Dradjad Wibowo, Kwik Kian Gie, dan Revrisond Baswir, menilai Prabowonomics bisa dilaksanakan asal ada perubahan paradigma ekonomi. 

“Argentina yang penduduknya lebih sedikit bisa tumbuh 8 persen,” kata Dradjad. Meski juga mengaku bersepakat, Revrisond toh buru-buru mengingatkan, “Yang penting, jangan cuma jadi jargon kampanye saja.” 



konsep yang mirip dengan Trisakti-nya Soekarno
semoga membawa semangat kemajuan untuk kita semua

Allahu Akbar..
Berdikarilah Bangsaku!



saya kutip dari vivanews.com
http://sorot.vivanews.com/news/
read/42540-mimpi_besar_prabowonomics

Minggu, 15 Maret 2009

Rokok SIN Herbal, Rokok Kesehatan



HOBI MEROKOK? INI SOLUSINYA, SEHAT SEKALIAN BERBISNIS

Saya adalah perokok yang relatif berat, dan betapa bahagianya saya mengetahui adanya rokok herbal ini, berawal dari hobby saya yaitu merokok, saya juga ingin mengajak untuk saudara-saudaraku semua untuk mencoba rokok berkualitas ini.

Bukan hanya itu pula, keuntungannya selain menyehatkan juga kita bisa menjualnya secara online dan mengajak rekan-rekan lainnya silahkan dipelajari dulu secara seksama, mungkin berminat, kemudian dicoba, daftarlah segera dan sebarkanlah produk berkualitas ini kepada orang-orang terdekat anda.

untuk daftar bisa melalui saya sebagai sponsor anda di

www.rokok-super.com/?ref=833


wem: SITUS MITRA BISNIS UNTUK UKM

wem: SITUS MITRA BISNIS UNTUK UKM

Senin, 09 Maret 2009

Tanamlah Satu Pohon Setiap Ulang Tahunmu


Sayangi Bumi Kita, Bagi Kebahagiaan Saat Kita Berulang Tahun






Yuk Kita Berbagi Kebahagiaan dengan Aksi Peduli Lingkungan Hidup

Tanamlah Satu Pohon Setiap Ulang Tahunmu

Keseimbangan ekosistem semakin terganggu, kebutuhan akan kayu meningkat,
peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan pangan,
tapi akankah kita lupa untuk tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup ini??

marilah kita lakukan dari hal yang terkecil dan mudah,
tanamlah satu pohon setiap diri kita berulang tahun,
hal yang mudah, tapi nantinya yang akan memberikan dampak yang sangat bermanfaat, bayangkan, akan ada berapa juta pohon tertanam secara otomatis bila tiap penduduk di Indonesia menanam pohon tiap berulang tahun, tanpa perlu biaya mahal untuk seminar, penataran dan lain sebagainya

“sebarkan cinta dan kasih sayang kepada kemanusiaan dan lestarikanlah lingkungan hidup untuk kehidupan yang lebih baik lagi sebagai wujud cinta kita kepada Allah swt, sang Pencipta.”


Teriring Do’a Selalu,
WaNgKy

hasil perenungan

saat ultahkyu Agustus 2008 lalu.



Setelah Punya NPWP, tentang Pelaporan Pajak


Sekilas Tentang NPWP dan Hal Lainnya



Panduan saat seseorang sudah mempunyai NPWP, (khususnya WP Orang Pribadi)

Tips untuk Menghindari Antrian Ramai saat Membayar Pajak di Tempat pembayaran ( Bank / Kantor Pos )

Pembayaran pajak penghasilan 25 bulanan, memang mempunyai batas waktu sampai dengan tanggal 15 bulan berikutnya,(saya ambil contoh bayar pajak Januari, batas waktu sampai 15 Februari) tapi lebih baik untuk menghindari antrian ramai, kita bisa membayarnya saat sepi pembayar pajak yaitu mulai tanggal 20 Januari sampai dengan tanggal 5 Februari, sehingga bila kita ingin membayarnya lebih cepat justru itu lebih baik. ( antrean tidak ramai di tempat pembayaran pajak).

Tips untuk Menghindari Antrian Ramai saat Melaporkan PPh kita di KPP Pratama.

Laporkanlah pajak yang kita bayarkan sebelum tanggal-tanggal ramai, tanggal 10-20 setiap bulan itu sedang ramai-ramainya masyarakat melaporkan kewajiban pajaknya.
Dapat kita siasati dengan melaporkannya sebelum tanggal 10 setiap bulan.

Tips untuk Lebih Praktis Melaporkan Pajak kita tanpa harus ke KPP Pratama.

Setelah membayar pajak di Kantor Pos/ Bank dan bila ingin lebih praktis daripada harus langsung melaporkan ke KPP Pratama (misal, lokasinya jauh, ada keperluan lain yang mendesak, di ujung batas waktu, dll), kita bisa mengirimkannya melalui kantor pos, ditujukan ke KPP Pratama tempat kita melaporkan, dengan mengirimkan SSP lembar ke-3, bukti pengiriman -dengan cap pos- yang kita dapatkan dari kantor pos itulah yang dianggap bukti penerimaan laporan SSP PPh 25 kita ke KPP Pratama.

Tips untuk Memudahkan Mendapat blangko Surat Setoran Pajak (SSP).

1. Saat Kita Melaporkan pajak kita ke KPP Pratama, jangan lupa untuk meminta pula blangko SSP untuk pembayaran pajak berikutnya,
2. Formulir SSP kosong tersebut (satu set ada lima lembar SSP) dapat kita fotokopi, sebagai arsip kita, untuk jaga-jaga, bila ada pembayaran pajak berikutnya.
3. Bentuk standard Formulir SSP yang kita dapatkan dari KPP Pratama, dapat pula kita bentuk formulir tersebut di komputer kita, jadi tinggal ketik kolom-kolomnya, print, terus tanda tangan (tentunya untuk kemudian dibayar di tempat pembayaran dan SSP-3 dilaporkan ke KPP Pratama)

Tips untuk Menghindari Salah Kode MAP / Kode Jenis Setoran
Mintalah kepada petugas di KPP Pratama kertas yang berisi daftar kode jenis pajak dan kode map, sehingga tidak ada kekeliruan lagi saat tinggal membayar, tapi kemudian ditolak oleh Bank/Kantor Pos.


Info Lainnya :
Isilah kewajiban pajak kita dengan jelas, benar, lengkap dan ditandatangani.
Isilah SPT dan SSP dengan menggunakan pena. (tidak boleh pensil)
Periksa kembali dengan teliti NPWP yang kita tuliskan, apakah sudah sesuai.
Teliti kembali Kode MAP/Kode Jenis Setoran pada kolom, apakah sudah benar.



Tips untuk mendapat Penjelasan selengkapnya Mintalah penjelasan mengenai apapun pajak yang kita tanyakan kepada Account Representative (AR), WP dapat bertanya ke help desk, siapa AR saya? AR yang bertugas di seksi Pengawasan dan Konsultasi memang ditugaskan untuk melayani dan memberikan penjelasan kepada wajib pajak.


Cintai Bangsa ini dengan Membayar Pajak, sesungguhnya wajib pajak adalah “pemegang saham” negara ini sebenarnya, terima kasih atas sumbangsih para wajib pajak.


Catatan : mohon maaf bila masih ada yang kurang jelas, dan ini merupakan pendapat pribadui saya yang pernah bertugas di TPT. sekedar berbagi info untuk memudahkan para wajib pajak.


Senin, 08 September 2008

DaNDeLioN - coffee corner-


...sebuah cafe lesehan yang nyaman di Jalan Sulfat Raya, Malang.
Wangky banyaaak banged dapet pencerahan, soal motivasi, otomotif dan pernak perniknya, lil bout business, djadoel story sambil ngebahas Zona ‘80 yang tayang di Metro TV, dan juga bedah buku dalam suasana santai (misalnya buku the secret, buku biografi tokoh-tokoh bisnis maupun politik, dll) …


DanDeLioN cafe adalah alat perekat silaturahmi antar sahabat walau mereka bertugas di luar Malang, ada yang dari Surabaya, Sidoarjo, Blitar, Pasuruan, semuanya ngumpul di dinginnya Malang suasana malam hari, bikin fordis mini sambil ngupi2 or nonton bola liga inggris.




















Air Mata CinTa

"...Cinta itu Indah…
seindah bunga yang sedang merekah pesonanya.."
bila ku jadi air matamu….
biarlah aku selalu di hatimu….
ku kan meluluh dari mata indahmu,,
kala kau sedih maupun bahagia..
…tuk temani hidupmu…
karena air mata itu,,
adalah aku..
untukmu…


-dOn waNGky-
 
web stats analysis